Senin, 22 Mei 2017

Strategi Pengembangan Benteng Somba Opu Menjadi Daya Tarik Wisata Unggulan

Benteng Somba Opu adalah benteng peninggalan Kesultanan Gowa yang dibangun oleh Raja Gowa ke-9 Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi' Kallonna pada abad ke-16. Benteng ini terletak di Jalan Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Benteng ini merupakan salah satu daya tarik wisata budaya yang terdapat di Sulawesi Selatan. Namun pemeliharaan dan terkesan di lantarkan menjadikan Benteng ini sepi oleh pengunjung. Hal ini sangat disayangkan dilihat begitu banyaknya potensi yang dapat dikembangkan di Benteng somba Opu. Benteng Somba Opu dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (DISBUDPAR Prov. Sulsel) dan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan yang dibawahi langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  Saat ini, masyarakat luas belum terlalu mengetahui keberadaan Benteng Somba Opu. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan strategi dalam pengembangan Benteng Somba Opu sehingga lebih dikenal oleh masyarakat luas karena situs ini memiliki banyak nilai-nilai sejarah yang harus diketahui oleh generasi-generasi muda.

                                                   Baruga Benteng Somba Opu
                                                                               Oleh : Penulis

Strategi yang perlu dilakukan yang pertama adalah optimalisasi melalui sinergi Pentahelix ABGCM (Academician, Bussines, Government, Community and Media). Sinergi Pentahelix ABCGM adalah sinergi stakeholder ( Academics , Bussiness , Government, Community, Media ) yang merupakan kunci dari berkembangnya suatu daya tarik wisata. Keikutsertaan dari semua pihak mampu mendorong kegiatan pariwisata di daerah tersebut. Hal ini dapat diterapkan didalam Benteng Somba Opu dengan melibatkan dari semua kalangan baik dari akademisi, bisnis , pemerintah , komunitas serta media. Yang perlu pertama ialah peran serta akademisi. Akademisi yang dimaksud tidak perlu terlalu luas, mencakup seluruh civitas yang ada di Makassar dan sekitarnya. Keterlibatan  universitas khususnya yang bergerak dibidang pariwisata sangat diperlukan. Selain itu dapat juga melibatkan universitas lain khususnya fakultas seni , budaya , sastra dll. Hal hal yang dapat dilakukan yang pertama adalah terus mengulas lebih dalam perkembangan pariwisata di Benteng Somba Opu melalui tulisan baik artikel, jurnal dll. Selanjutnya diharapkan mampu ikut serta mengadakan sosialisasi sadar wisata dan budaya di Benteng Somba Opu dengan masyarakat sekitar dan pengunjung. Hal lain yang tidak kalah penting yakni bagaimana peran akademisi untuk terus mengevaluasi dan menkritisi pembangunan dan pengelolaan dari pemerintah agar lebih peduli terhadap Benteng Somba Opu

Dari segi Business, diharapkan peran para pengusaha dan investor yang bergerak di bidan pariwisata. Dari hal yang paling kecil, yakni para pedagang kaki lima. Diharapkan para pedagang dapat menjajakan makanan dengan tertib di area benteng Somba Opu. Selain itu, salah satu kegiatan yang dapat dilakukan ialah mengadakan stand kuliner pada hari Sabtu dan Minggu agar dapat menarik pengunjung. Dalam aspek yang lebih mendalam, diharapkan peran travel agent dan tur operator yang serta merta mengikutsertakan Benteng Somba Opu didalam Paket Tur yang diadakan.
Selanjutnya ialah bagaimana peran Government atau pemerintah sebagai pengelola mampu mendorong kegiatan pariwisata di Benteng Somba Opu, dan turut serta menjaga kelestarian lingkungan maupun budaya yang ada di daerah tersebut. Yang pertama ialah mempercepat revitalisasi Benteng Somba Opu khususnya di area belakang. Selain itu, perlunya inovasi pembangunan fasilitas dan kegiatan agar Benteng Somba Opu dapat menarik pengunjung. Tentunya hal ini dapat dicapai dengan usaha kolaboratif bersama pihak investor ataupun pengusaha. Diharapkan pula pemerintah sebagai pihak pengelola mampu terus berupaya menjaga bangunan fisik Benteng Somba Opu dan peninggalan yang terdapat didalamnya.

Selain pemerintah perlu adanya peran community dalam mengembangkan Benteng Somba Opu. Community yang dimaksud adalah masyarakat lokal serta komunitas komunitas yang berkaitan dengan pariwisata, kebudayaan dll. Peran serta masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan Benteng Somba Opu. Hal ini sangatlah penting bagi masyarakat lokal yang menetap di sekitar Benteng Somba Opu. Dari segi komunitas lokal, diharapkan mampu berperan aktif membuat kegiatan di Benteng Somba Opu. Dengan adanya peran komunitas dalam berkegiatan diharapkan mampu menarik minat wisatawana untku mengunjungi Benteng Somba Opu.

Aspek yang terakhir ialah media. Media dalam hal ini bisa merupakan media cetak, media digital maupun media online. Media diharapkan mampu meliput seluruh kegiatan yang ada di Benteng Somba Opu baik yang bersifat pariwisata maupun kegiatan lainnya. Peran media secara tidak langsung dapat membantu mempromosikan dan memperkenalkan Benteng Somba Opu kepada masyarakat lebih luas. Selain itu peran media dapat membangun citra atau image Benteng Somba Opu kepada wisatawan.

Strategi yang kedua ialah yakni pengelolaan pengunjung (Visitor Management). Dalam hal ini ialah bagaimana pihak pengelola mampu mendesain sedemikian rupa kegiatan aktivitas yang ditawarkan untuk pengunjung. Hal yang dapat dilakukan ialah membuat rute kunjungan wisatawan dan papan informasi. Diharapkan wisatawan yang berkunjung ke Benteng  Somba Opu tidak sekedar melihat-lihat dari luar, namun dapat mengeksplorasi seluruh daya tarik yang ada di Benteng Somba Opu. Saran penulis diharapkan terdapat berbagai informasi keseluruhan Benteng Somba Opu di depan Baruga Benteng Somba Opu. Dari titik tersebut wisatawan dapat berjalan mengelilingi area sekitar mulai dari rumah adat, museum hingga pendopo yang berada di belakang kawasan ini. Pentingnya papan informasi yang attraktif agar dapat menarik minat pengunjung dalam mengitari kawasan ini. Selain itu, perlu juga sarana pendukung lainnya seperti penyewaan sepeda atau pun mini caravan untuk memudahkan akses pengunjung. Namun sekiranya hal itu dapat ditambahkan ketika kawasan benteng tersebut sudah berkembang dari segi fisik bangunan maupun akses jalan.

Strategi yang terakhir ialah bagaimana pihak pengelola mampu menerapkan secara keseluruhan strategi, baik sinergi kolaboratif kelima aspek (sinergi pentahelix ABCGM) dan pengelolaan pengunjung agar Benteng Somba Opu menjadi daya tarik wisata unggulan di Benteng Somba Opu. Sekiranya hal tersebut dapat dicapai jika adanya komitmen pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan Benteng Somba Opu. Sebagai perbandingan, perhatian pemerintah untuk mengembangkan Benteng Somba Opu seperti Benteng Fort Rotterdam yang sekarang sudah menjadi daya tarik wisata terkenal khususnya di Makassar. Hal ini dapat dilakukan dengan komitmen penuh pihak pengelola dan keterlibatan seluruh pihak. Sudah seharusnya pihak pemerintah menjadi katalisator mendukung dan mendorong kegiatan pariwisata di Benteng Somba Opu. Tidak hal yang mustahil untuk Benteng Somba Opu berekspansi sebagai kawasan wisata edukasi dan rekreasi. Penambahan attraksi seperti taman burung, taman membaca, dan area bermain dapat dilakukan mengingat banyaknya ketersediaan lahan yang terdapat di Benteng Somba Opu. Diharapkan implementasi keseluruhan strategi, pengelolaan pengunjung dan pengembangan sarana dan fasilitas diharapkan mampu menjadikan Benteng Somba Opu sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan di Sulawesi Selatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar