Benteng Somba Opu adalah benteng peninggalan Kesultanan Gowa yang
dibangun oleh Raja Gowa ke-9 Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi' Kallonna pada
abad ke-16. Benteng ini terletak di Jalan Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba
Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Benteng ini
merupakan salah satu daya tarik wisata budaya yang terdapat di Sulawesi
Selatan. Namun pemeliharaan dan terkesan di lantarkan menjadikan Benteng ini
sepi oleh pengunjung. Hal ini sangat disayangkan dilihat begitu banyaknya
potensi yang dapat dikembangkan di Benteng somba Opu. Benteng Somba Opu dikelola oleh Dinas Kebudayaan
dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (DISBUDPAR Prov. Sulsel) dan Badan
Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan yang dibawahi langsung oleh
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Saat
ini, masyarakat luas belum terlalu mengetahui keberadaan Benteng Somba Opu.
Oleh karena itu, sangat dibutuhkan strategi dalam pengembangan Benteng Somba
Opu sehingga lebih dikenal oleh masyarakat luas karena situs ini memiliki
banyak nilai-nilai sejarah yang harus diketahui oleh generasi-generasi muda.
Baruga Benteng Somba Opu
Oleh : Penulis
Strategi yang perlu dilakukan yang pertama
adalah optimalisasi melalui sinergi Pentahelix ABGCM (Academician, Bussines,
Government, Community and Media). Sinergi Pentahelix
ABCGM adalah sinergi stakeholder ( Academics , Bussiness , Government,
Community, Media ) yang merupakan kunci dari berkembangnya suatu daya tarik
wisata. Keikutsertaan dari semua pihak mampu mendorong kegiatan pariwisata di
daerah tersebut. Hal ini dapat diterapkan didalam Benteng Somba Opu dengan
melibatkan dari semua kalangan baik dari akademisi, bisnis , pemerintah ,
komunitas serta media. Yang perlu
pertama ialah peran serta akademisi. Akademisi yang dimaksud
tidak perlu terlalu luas, mencakup seluruh civitas yang ada di Makassar dan sekitarnya. Keterlibatan universitas khususnya yang bergerak dibidang
pariwisata sangat diperlukan. Selain itu dapat juga melibatkan universitas lain
khususnya fakultas seni , budaya , sastra dll. Hal – hal yang dapat
dilakukan yang pertama adalah terus mengulas lebih dalam perkembangan pariwisata di Benteng Somba Opu
melalui tulisan baik artikel, jurnal dll. Selanjutnya diharapkan mampu ikut serta mengadakan
sosialisasi sadar wisata dan budaya di Benteng Somba Opu dengan masyarakat
sekitar dan pengunjung. Hal lain
yang tidak kalah penting yakni bagaimana peran akademisi untuk terus mengevaluasi dan
menkritisi pembangunan dan
pengelolaan dari pemerintah agar lebih peduli terhadap
Benteng Somba Opu
Dari segi Business,
diharapkan peran para pengusaha dan investor yang bergerak di bidan pariwisata.
Dari hal yang paling kecil, yakni para pedagang kaki lima. Diharapkan para
pedagang dapat menjajakan makanan dengan tertib di area benteng Somba Opu.
Selain itu, salah satu kegiatan yang dapat dilakukan ialah mengadakan stand
kuliner pada hari Sabtu dan Minggu agar dapat menarik pengunjung. Dalam aspek
yang lebih mendalam, diharapkan peran travel agent dan tur operator yang serta
merta mengikutsertakan Benteng Somba Opu didalam Paket Tur yang diadakan.
Selanjutnya ialah bagaimana
peran Government atau pemerintah
sebagai pengelola mampu mendorong kegiatan pariwisata di Benteng Somba Opu, dan
turut serta menjaga kelestarian lingkungan maupun budaya yang ada di daerah
tersebut. Yang pertama ialah mempercepat revitalisasi Benteng Somba Opu
khususnya di area belakang. Selain itu, perlunya inovasi pembangunan fasilitas
dan kegiatan agar Benteng Somba Opu dapat menarik pengunjung. Tentunya hal ini
dapat dicapai dengan usaha kolaboratif bersama pihak investor ataupun
pengusaha. Diharapkan pula pemerintah sebagai pihak pengelola mampu terus
berupaya menjaga bangunan fisik Benteng Somba Opu dan peninggalan yang terdapat
didalamnya.
Selain pemerintah perlu adanya
peran community dalam mengembangkan
Benteng Somba Opu. Community yang
dimaksud adalah masyarakat lokal serta komunitas – komunitas yang berkaitan dengan pariwisata, kebudayaan dll. Peran serta
masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan Benteng Somba Opu. Hal ini
sangatlah penting bagi masyarakat lokal yang menetap di sekitar Benteng Somba
Opu. Dari segi komunitas lokal, diharapkan mampu berperan aktif membuat
kegiatan di Benteng Somba Opu. Dengan adanya peran komunitas dalam berkegiatan
diharapkan mampu menarik minat wisatawana untku mengunjungi Benteng Somba Opu.
Aspek yang terakhir ialah
media. Media dalam hal ini bisa merupakan media cetak, media digital maupun
media online. Media diharapkan mampu meliput seluruh kegiatan yang ada di
Benteng Somba Opu baik yang bersifat pariwisata maupun kegiatan lainnya. Peran
media secara tidak langsung dapat membantu mempromosikan dan memperkenalkan Benteng
Somba Opu kepada masyarakat lebih luas. Selain itu peran media dapat membangun
citra atau image Benteng Somba Opu
kepada wisatawan.
Strategi yang kedua ialah yakni
pengelolaan pengunjung (Visitor
Management). Dalam hal ini ialah bagaimana pihak pengelola mampu mendesain
sedemikian rupa kegiatan aktivitas yang ditawarkan untuk pengunjung. Hal yang
dapat dilakukan ialah membuat rute kunjungan wisatawan dan papan informasi.
Diharapkan wisatawan yang berkunjung ke Benteng
Somba Opu tidak sekedar melihat-lihat dari luar, namun dapat
mengeksplorasi seluruh daya tarik yang ada di Benteng Somba Opu. Saran penulis
diharapkan terdapat berbagai informasi keseluruhan Benteng Somba Opu di depan
Baruga Benteng Somba Opu. Dari titik tersebut wisatawan dapat berjalan
mengelilingi area sekitar mulai dari rumah adat, museum hingga pendopo yang berada
di belakang kawasan ini. Pentingnya papan informasi yang attraktif agar dapat
menarik minat pengunjung dalam mengitari kawasan ini. Selain itu, perlu juga
sarana pendukung lainnya seperti penyewaan sepeda atau pun mini caravan untuk
memudahkan akses pengunjung. Namun sekiranya hal itu dapat ditambahkan ketika
kawasan benteng tersebut sudah berkembang dari segi fisik bangunan maupun akses
jalan.
Strategi yang terakhir ialah
bagaimana pihak pengelola mampu menerapkan secara keseluruhan strategi, baik
sinergi kolaboratif kelima aspek (sinergi pentahelix ABCGM) dan pengelolaan
pengunjung agar Benteng Somba Opu menjadi daya tarik wisata unggulan di Benteng
Somba Opu. Sekiranya hal tersebut dapat dicapai jika adanya komitmen pemerintah
dan masyarakat untuk mengembangkan Benteng Somba Opu. Sebagai perbandingan,
perhatian pemerintah untuk mengembangkan Benteng Somba Opu seperti Benteng Fort
Rotterdam yang sekarang sudah menjadi daya tarik wisata terkenal khususnya di
Makassar. Hal ini dapat dilakukan dengan komitmen penuh pihak pengelola dan
keterlibatan seluruh pihak. Sudah seharusnya pihak pemerintah menjadi katalisator
mendukung dan mendorong kegiatan pariwisata di Benteng Somba Opu. Tidak hal
yang mustahil untuk Benteng Somba Opu berekspansi sebagai kawasan wisata
edukasi dan rekreasi. Penambahan attraksi seperti taman burung, taman membaca,
dan area bermain dapat dilakukan mengingat banyaknya ketersediaan lahan yang
terdapat di Benteng Somba Opu. Diharapkan implementasi keseluruhan strategi,
pengelolaan pengunjung dan pengembangan sarana dan fasilitas diharapkan mampu
menjadikan Benteng Somba Opu sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan di
Sulawesi Selatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar