Minggu, 21 Mei 2017

Museum La Galigo Sarana Daya Tarik Wisata Edukasi




                                              Bangunan depan Museum La Galigo
                                                                                 Oleh : Penulis
                                                          

Museum La Galigo adalah sebuah  museum yang terletak di komplek Benteng Ujung Pandang/Fort Rotterdam. Museum ini memiliki gaya bangunan klasik. Nama La Galigo merupakan nama seorang sastrawan besar Sulawesi Selatan yang juga merupakan cikal bakal Raja–Raja Sulawesi Selatan. Museum La Galigo memiliki berbagai kolesi prasejarah, numismatic, keramik asing, sejarah, naskah dan etnografi.  Koleksi etnografi terdiri atas berbagai jenis hasil teknologi, kesenian, peralatan hidup serta benda lai yang dibuat dan digunakan oleh suku Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja. Selain itu, museum juga memiliki benda–benda yang berasal dari kerajaan-kerajaan local dan senjata yang pernah digunakan pada saat revolusi kemerdekaan.

 Museum ini beroperasi setiap hari pukul 08.00 hingga 16.00. Tiket museum ini cukup dikatakan murah, untuk orang dewasa yakni membayar Rp.5000. sedangkan untuk anak–anak hanya membayar Rp.2000. Penulis berkesempatan  mengunjungi  Museum La Galigo untuk mengobservasi lebih dalam mengenai keadaan di museum La Galigo.

Museum merupakan salah satu media bagi masyarakat untuk belajar mengenai sejarah, identitas suatu bangsa. Sudah seharusnya masyarakat serta pemerintah memberikan perhatian penuh untuk mengembangkan museum. Museum harus mampu menarik minat masyarakat luas baik dari kalangan pelajar hingga umum untuk mengunjungi museum. Salah satu tantangan yang perlu di perhatikan adalah bagaimana mengelola museum agar fungsi utamanya sebagai media edukasi terus terjaga dan berkembang. Sebagai tujuan edukasi, hal yang pertama perlu diperhatikan adalah bagaimana agar koleksi benda di museum tetap dilestarikan. Hal ini bukanlah hal yang mudah karena setiap benda pasti mengalamai degradasi secara nilai dan estetika.  Yang kedua adalah menjalin kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan. Hal ini dapat menarik kalangan pelajar maupun akademis untuk terus tertarik berkunjung di museum. Yang ketiga adalah membuat edukasi didalam museum terus dinamis dan interaktif. Hal ini perlu adanya agar proses pembelajaran di museum tidak terkesan kaku dan monoton. Yang keempat adalah memperkaya koleksi serta informasi didalam museum.

Perincian sejarah didasari dengan informasi yang aktual serta benda koleksi sebagai peninggalan sejarah merupakan hal yang penting. Sebagaimana observasi yang penulis lakukan, museum lagaligo merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah dibawah Dinas Pariwisata provinsi sudah mampu memenuhi fungsi nya sebagai tujuan edukatif. Terdapat 3 seksi yang menjalankan museum La Galigo yaitu seksi preparasi, konservasi dan pengadaan koleksi serta seksi edukasi dan publikasi yang berfungsi sebagai fasilitator  memperkenalkan museum. Terlihat dari benda koleksi dan informasi yang tersedia, museum lagaligo sudah mampu berperan untuk memperkenalkan sejarah kepada kalangan masyarakat walaupun terlihat belum maksimal.

Saat ini museum La Galigo sudah memanfaatkan televisi untuk penyajian informasi mengenai museum termasuk koleksi-koleksinya hal ini dilakukan agar wisatawan merasa lebih santai dalammemperoleh informasi dan pengetahuan. MuseumLa Galigo harus memiliki 4A yaitu1) Atraction atau atraksi adalah produk utama semua Daya Tarik Wisata. Atraksi ini berkaitan dengan what to see dan what to do. Apa yang bisa dilihat dan dilakukan wisatawan di Daya Tarik Wisata tersebut. Atraksi di Museum La Galigo berupa keindahan, budaya masyarakat, peninggalan bangunan bersejarah, unikdan berbeda dari daerah atau wilayah lain. 2) Accessibility atau aksesibilitas adalah sarana dan infrakstruktur untuk menuju Daya Tarik Wisata. Akses jalan raya, ketersediaan sarana transportasi dan rambu-rambu petunjuk jalan merupakan aspek penting bagi sebuah Daya Tarik Wisata  (Museum La Galigo). Termasuk transportasi yang dapat di gunakan menuju Daya Tarik Wisataterutama transportasi umum. 3) Amenity atau amenitas adalah segala fasilitas pendukung yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di Daya Tarik Wisata. Amenitas berkaitan denganketersediaan sarana akomodasi untukmenginap serta restoran atau warung untuk makan dan minum. Kebutuhan lain yang mungkin juga diinginkan dan diperlukan oleh wisatawan, seperti toilet umum, rest area, tempat parkir, klinik kesehatan, dan sarana ibadah sebaiknya tersedia di Daya Tarik Wisata. Tentu saja fasilitas-fasilitas tersebut juga di sesuaikan dengan kondisidari Daya Tarik Wisatadan kebutuhan wisatawan. Tidaksemua amenitas harus berdekatan dan berada di daerah utama Daya Tarik WIsata..Ancilliary berkaiatan dengan ketersediaan sebuah organisasi atau orang-orang yang mengurus  Daya Tarik Wisata tersebut. Ini menjadi penting karena walaupun Daya Tarik Wisata sudah mempunyai atraksi, aksesibilitas, dan amenitas yang baik, tapi jika tidak ada yang mengatur dan mengurus kedepannya akan terbengkalai. Organisasi inilah yang akan mengelola Daya Tarik Wisata sehingga dapat memberikan  keuntungan kepada pihak terkait seperti pemerintah, masyarakat sekitar, wisatawan, lingkungan, dan stakeholder lainnya.

Selain 4A yang membentuk Museum Lagaligo sebagai Daya Tarik Wisata diperlukan juga sapta pesona sebagai pelengkap. Sapta pesona merupakan sebutan bagi 7 unsur pengembangan dan pengelolaan daya Tarik wisata di Indonesia. Sapta pesona terdiri dari: aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Aman (keamanan) yaitu menciptakan lingkungan Museum La Galigo yang aman bagi wisatawan sehingga saat berkunjung ke Museum La Galigo wisatawan tidak merasa cemas dan dapat  menikmati kunjungannya. Adapun bentuk aksinya yaitu tidak menganggu wisatawan, menolong dan melindungi wisatawan, bersahabat dengan wisatawan,. Tertib (ketertiban)yaitu menciptakan lingkungan yang tertib bagi berlangsungnya kegiatan kepariwisataan yang mampu memberikan layanan teratur dan efektif bagi wisatawan. Bentuk aksinya yaitu mewujudkan budaya antri, memelihara lingkungan dengan mentaati peraturan yang berlaku, disiplin/tepat waktu, serba teratur, rapi dan lancar. Bersih (kebersihan) menciptakan lingkungan yang bersih bagi berlangsungnya kegiatan kepariwisataan di Museum LaGaligo  yang mampu memberikan layanan higienis bagi wisatawan. Bentuk aksinya yaitu tidak membuang sampah/limbah sembarangan, turut menjaga kebersihan saran dan lingkungan Daya Tarik Wisata,pakaian dan penampilan petugas yang bersih dan rapi. Sejuk (kesejukan) menciptakan lingkungan yang nyaman bagi berlangsungnya kegiatan kepariwisataan di Museum La Galigo yang mampu menawarkan suasana yang nyaman dan rasa “betah” bagi wisatawan, sehingga wisatawan tinggal lebih lama dan kunjungannya lebih panjang. Bentuk aksinya adanya penghijauan terbukti dengan adanya beberapa pohon di lingkungan Museum La Galigo. Indah (keindahan) menciptakan lingkungan yang indah  bagi berlangsungnya kegiatan kepariwisataan di MuseumLa Galigo yang mampu menawarkan suasana yang menarik dan menumbuhkan kesan yang mendalam bagi wisatawan, sehingga mendorong promosi ke kalangan/pasaryang lebih luas dan potensi kunjungan ulang. Bentuk aksinya yaitumenjaga keindahan vegetasi, tanaman hias dan peneduh sebagai elemen estetika lingkungan yang bersifat natural. Ramah (keramahan) menciptakan lingkungan yang ramah bagi  berlangsungnya kegiatan kepariwisataan diMuseum La Galigo yang mampu menawarkan suasana yang akrab, bersahabat sehingga mendorong minat kunjungan ulang dan promosi yang positif bagi prospek pasar yang lebih luas. Bentukaksinya seperti pihak petugas bersikap sebagai tuan rumah yang baik, bisa menampilkansikap dan perilaku yang terpuji, menampilakan senyum dan keramah-tamahan yang tulus. Kenangan yaitu menciptakan memori yang berkesan bagi wisatawan yang berkunjung ke Museum LaGaligo  sehingga wisatawan dapat memperoleh pengalaman yang membekas dalam benaknya dan menumbuhkan motivasi untukberkunjung ulang.bentuk aksinya yaitu menggali dan mengangkat keunikan budaya lokal serta menyediakan cendramata yang menarik, unik/khas serta mudah dibawa.


Museum  La Galigo selain memiliki tujuan edukasi perlunya sebuah museum juga mampu memenuhi bagian dari pariwisata untuk menarik pengunjung. Berikut ini beberapa upaya atau langkah-langkah strategis yang dapat di terapkan oleh pengelola Museum La Galigo agar mampu menarik wisatawan datang dan menikmati koleksi-koleksi yang di pamerikan di MuseumLa Galigo. Pertama, Mengubah  bangunan museum dengan lebih menarik lagi, menambah kapasitas pengunjung, Museum juga perlu menawarkan suatu ruangan atau lingkungan yang aman dan nyaman jadi  perlu adanya renovasi gedung yang sudah tidak layak yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung,selain itu diperlukan area atau tempat bersantai, membangun kafe-kafe dengan tema yang unik yang dapat menjadi alternatif dimana wisatawan dapat menikmati suasana rileks sambil berkunjung ke Museum La Galigo. Kedua, harus adanya promosi kepada pihak luas dengan cara  1. Selalu mengadakan pameran, misalnya saja mengikuti  pameran museum se-indonesia  yaitu pameran kain tenun sehingga wisatawan dapat melihat kain tenun dari seluruh wilayah indonesia,  2. Memudahkan wisatawan  dengan memfasilitasi kebutuhan yang di butuhkan wisatawan dengan membuat Museum La Galigo menjadi berbasis digital, games, foto boot, 3. Selain itu untuk agar membuat para wisatawan tidak merasa bosansaat mengunjungi suatu museum perlu mengadakan suatu event, acara talk show, panggung apresiasi siswa seperti bernyanyi lagu daerah, tari-tarian daerah, pentas seni dan tradisional, serta kuis dan games, 4. Ketersediaan perpustakaan yang menjadi salah satu upaya dalam menarik wisatawan berkunjung ke museum, perpustakaan dengan koleksi-koleksi buku terbaru dan berkualitas dapat mendorong wisatawan untuk datang belajar di museum tersebut.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar