Bangunan depan Museum La Galigo
Oleh : Penulis
Oleh : Penulis
Museum La Galigo adalah
sebuah museum yang terletak di komplek
Benteng Ujung Pandang/Fort Rotterdam. Museum ini memiliki gaya bangunan klasik.
Nama La Galigo merupakan nama seorang sastrawan besar Sulawesi Selatan yang juga
merupakan cikal bakal Raja–Raja Sulawesi Selatan. Museum La Galigo memiliki
berbagai kolesi prasejarah, numismatic, keramik asing, sejarah, naskah dan
etnografi. Koleksi etnografi terdiri
atas berbagai jenis hasil teknologi, kesenian, peralatan hidup serta benda lai
yang dibuat dan digunakan oleh suku Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja. Selain
itu, museum juga memiliki benda–benda yang berasal dari kerajaan-kerajaan local
dan senjata yang pernah digunakan pada saat revolusi kemerdekaan.
Museum ini beroperasi setiap hari pukul 08.00
hingga 16.00. Tiket museum ini cukup dikatakan murah, untuk orang dewasa yakni
membayar Rp.5000. sedangkan untuk anak–anak hanya membayar Rp.2000. Penulis
berkesempatan mengunjungi Museum La Galigo untuk mengobservasi lebih
dalam mengenai keadaan di museum La Galigo.
Museum merupakan salah satu media
bagi masyarakat untuk belajar mengenai sejarah, identitas suatu bangsa. Sudah
seharusnya masyarakat serta pemerintah memberikan perhatian penuh untuk
mengembangkan museum. Museum harus mampu menarik minat masyarakat luas baik
dari kalangan pelajar hingga umum untuk mengunjungi museum. Salah satu
tantangan yang perlu di perhatikan adalah bagaimana mengelola museum agar
fungsi utamanya sebagai media edukasi terus terjaga dan berkembang. Sebagai
tujuan edukasi, hal yang pertama perlu diperhatikan adalah bagaimana agar
koleksi benda di museum tetap dilestarikan. Hal ini bukanlah hal yang mudah
karena setiap benda pasti mengalamai degradasi secara nilai dan estetika. Yang kedua adalah menjalin kerjasama dengan
berbagai institusi pendidikan. Hal ini dapat menarik kalangan pelajar maupun
akademis untuk terus tertarik berkunjung di museum. Yang ketiga adalah membuat
edukasi didalam museum terus dinamis dan interaktif. Hal ini perlu adanya agar
proses pembelajaran di museum tidak terkesan kaku dan monoton. Yang keempat
adalah memperkaya koleksi serta informasi didalam museum.
Perincian
sejarah didasari dengan informasi yang aktual serta benda koleksi sebagai
peninggalan sejarah merupakan hal yang penting. Sebagaimana observasi yang
penulis lakukan, museum lagaligo merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah dibawah
Dinas Pariwisata provinsi sudah mampu memenuhi fungsi nya sebagai tujuan edukatif.
Terdapat 3 seksi yang menjalankan museum La Galigo yaitu seksi preparasi,
konservasi dan pengadaan koleksi serta seksi edukasi dan publikasi yang
berfungsi sebagai fasilitator
memperkenalkan museum. Terlihat dari benda koleksi dan informasi yang
tersedia, museum lagaligo sudah mampu berperan untuk memperkenalkan sejarah
kepada kalangan masyarakat walaupun terlihat belum maksimal.
Saat
ini museum La Galigo sudah memanfaatkan televisi untuk penyajian informasi
mengenai museum termasuk koleksi-koleksinya hal ini dilakukan agar wisatawan
merasa lebih santai dalammemperoleh informasi dan pengetahuan. MuseumLa Galigo
harus memiliki 4A yaitu1) Atraction atau
atraksi adalah produk utama semua Daya Tarik Wisata. Atraksi ini berkaitan
dengan what to see dan what to do. Apa yang bisa dilihat dan dilakukan
wisatawan di Daya Tarik Wisata tersebut. Atraksi di Museum La Galigo berupa
keindahan, budaya masyarakat, peninggalan bangunan bersejarah, unikdan berbeda
dari daerah atau wilayah lain. 2) Accessibility
atau aksesibilitas adalah sarana dan infrakstruktur untuk menuju Daya Tarik
Wisata. Akses jalan raya, ketersediaan sarana transportasi dan rambu-rambu
petunjuk jalan merupakan aspek penting bagi sebuah Daya Tarik Wisata (Museum La Galigo). Termasuk transportasi yang
dapat di gunakan menuju Daya Tarik Wisataterutama transportasi umum. 3) Amenity atau amenitas adalah segala
fasilitas pendukung yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama
berada di Daya Tarik Wisata. Amenitas berkaitan denganketersediaan sarana
akomodasi untukmenginap serta restoran atau warung untuk makan dan minum.
Kebutuhan lain yang mungkin juga diinginkan dan diperlukan oleh wisatawan,
seperti toilet umum, rest area, tempat parkir, klinik kesehatan, dan sarana
ibadah sebaiknya tersedia di Daya Tarik Wisata. Tentu saja fasilitas-fasilitas
tersebut juga di sesuaikan dengan kondisidari Daya Tarik Wisatadan kebutuhan
wisatawan. Tidaksemua amenitas harus berdekatan dan berada di daerah utama Daya
Tarik WIsata..Ancilliary berkaiatan dengan
ketersediaan sebuah organisasi atau orang-orang yang mengurus Daya Tarik Wisata tersebut. Ini menjadi
penting karena walaupun Daya Tarik Wisata sudah mempunyai atraksi,
aksesibilitas, dan amenitas yang baik, tapi jika tidak ada yang mengatur dan
mengurus kedepannya akan terbengkalai. Organisasi inilah yang akan mengelola Daya
Tarik Wisata sehingga dapat memberikan
keuntungan kepada pihak terkait seperti pemerintah, masyarakat sekitar,
wisatawan, lingkungan, dan stakeholder lainnya.
Selain
4A yang membentuk Museum Lagaligo sebagai Daya Tarik Wisata diperlukan juga
sapta pesona sebagai pelengkap. Sapta pesona merupakan sebutan bagi 7 unsur
pengembangan dan pengelolaan daya Tarik wisata di Indonesia. Sapta pesona
terdiri dari: aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Aman
(keamanan) yaitu menciptakan lingkungan Museum La Galigo yang aman bagi
wisatawan sehingga saat berkunjung ke Museum La Galigo wisatawan tidak merasa
cemas dan dapat menikmati kunjungannya.
Adapun bentuk aksinya yaitu tidak menganggu wisatawan, menolong dan melindungi
wisatawan, bersahabat dengan wisatawan,. Tertib (ketertiban)yaitu menciptakan
lingkungan yang tertib bagi berlangsungnya kegiatan kepariwisataan yang mampu
memberikan layanan teratur dan efektif bagi wisatawan. Bentuk aksinya yaitu
mewujudkan budaya antri, memelihara lingkungan dengan mentaati peraturan yang
berlaku, disiplin/tepat waktu, serba teratur, rapi dan lancar. Bersih
(kebersihan) menciptakan lingkungan yang bersih bagi berlangsungnya kegiatan
kepariwisataan di Museum LaGaligo yang
mampu memberikan layanan higienis bagi wisatawan. Bentuk aksinya yaitu tidak
membuang sampah/limbah sembarangan, turut menjaga kebersihan saran dan
lingkungan Daya Tarik Wisata,pakaian dan penampilan petugas yang bersih dan
rapi. Sejuk (kesejukan) menciptakan lingkungan yang nyaman bagi berlangsungnya
kegiatan kepariwisataan di Museum La Galigo yang mampu menawarkan suasana yang
nyaman dan rasa “betah” bagi wisatawan, sehingga wisatawan tinggal lebih lama
dan kunjungannya lebih panjang. Bentuk aksinya adanya penghijauan terbukti
dengan adanya beberapa pohon di lingkungan Museum La Galigo. Indah (keindahan)
menciptakan lingkungan yang indah bagi
berlangsungnya kegiatan kepariwisataan di MuseumLa Galigo yang mampu menawarkan
suasana yang menarik dan menumbuhkan kesan yang mendalam bagi wisatawan,
sehingga mendorong promosi ke kalangan/pasaryang lebih luas dan potensi
kunjungan ulang. Bentuk aksinya yaitumenjaga keindahan vegetasi, tanaman hias
dan peneduh sebagai elemen estetika lingkungan yang bersifat natural. Ramah
(keramahan) menciptakan lingkungan yang ramah bagi berlangsungnya kegiatan kepariwisataan diMuseum
La Galigo yang mampu menawarkan suasana yang akrab, bersahabat sehingga
mendorong minat kunjungan ulang dan promosi yang positif bagi prospek pasar
yang lebih luas. Bentukaksinya seperti pihak petugas bersikap sebagai tuan
rumah yang baik, bisa menampilkansikap dan perilaku yang terpuji, menampilakan
senyum dan keramah-tamahan yang tulus. Kenangan yaitu menciptakan memori yang
berkesan bagi wisatawan yang berkunjung ke Museum LaGaligo sehingga wisatawan dapat memperoleh
pengalaman yang membekas dalam benaknya dan menumbuhkan motivasi
untukberkunjung ulang.bentuk aksinya yaitu menggali dan mengangkat keunikan
budaya lokal serta menyediakan cendramata yang menarik, unik/khas serta mudah
dibawa.
Museum La Galigo selain memiliki tujuan edukasi
perlunya sebuah museum juga mampu memenuhi bagian dari pariwisata untuk menarik
pengunjung. Berikut ini beberapa upaya atau langkah-langkah strategis yang
dapat di terapkan oleh pengelola Museum La Galigo agar mampu menarik wisatawan
datang dan menikmati koleksi-koleksi yang di pamerikan di MuseumLa Galigo.
Pertama, Mengubah bangunan museum dengan
lebih menarik lagi, menambah kapasitas pengunjung, Museum juga perlu menawarkan
suatu ruangan atau lingkungan yang aman dan nyaman jadi perlu adanya renovasi gedung yang sudah tidak
layak yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung,selain itu diperlukan area
atau tempat bersantai, membangun kafe-kafe dengan tema yang unik yang dapat
menjadi alternatif dimana wisatawan dapat menikmati suasana rileks sambil
berkunjung ke Museum La Galigo. Kedua, harus adanya promosi kepada pihak luas
dengan cara 1. Selalu mengadakan pameran,
misalnya saja mengikuti pameran museum
se-indonesia yaitu pameran kain tenun
sehingga wisatawan dapat melihat kain tenun dari seluruh wilayah indonesia, 2. Memudahkan wisatawan dengan memfasilitasi kebutuhan yang di
butuhkan wisatawan dengan membuat Museum La Galigo menjadi berbasis digital,
games, foto boot, 3. Selain itu untuk agar membuat para wisatawan tidak merasa
bosansaat mengunjungi suatu museum perlu mengadakan suatu event, acara talk
show, panggung apresiasi siswa seperti bernyanyi lagu daerah, tari-tarian
daerah, pentas seni dan tradisional, serta kuis dan games, 4. Ketersediaan
perpustakaan yang menjadi salah satu upaya dalam menarik wisatawan berkunjung
ke museum, perpustakaan dengan koleksi-koleksi buku terbaru dan berkualitas
dapat mendorong wisatawan untuk datang belajar di museum tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar